Laman

Kamis, 14 November 2013

Jaminan Rezeki dan Keamanan

 
     Namun siapa yang menyangka, kendati merupakan daerah yang gersang, kering, tandus, dan lahannya yang tak mampu ditanami, ternyata Kota Makkah justru terkenal sebagai kota yang paling aman dan penuh dengan rezeki. Inilah janji Allah sebagaimana termaktub dalam Al Quran surah Quraisy ayat 1-4.
     Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin (ke Syam) dan musim panas (ke Yaman). Maka, hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik Rumah ini (Ka'bah). Yang telah memberi makanan pada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.

     Hal ini diperkuat dengan doa Nabi Ibrahim AS. "Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, 'Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berkahilah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari Kemudian'. Allah berfirman, 'Dan kepada orang yang kafir pun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali'." (Qs. Al Baqarah : 126).
     Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur." (Qs. Ibrahim : 37).
     Peran kota Makkah sebagai terminal perdagangan dan pusat perekonomian di wilayah jazirah Arab juga di dukung oleh keberadaan sumur Zamzam dan Ka'bah sebagai bait suci. Di sinilah semua suku berkumpul pada musim haji untuk beribadah dan melakukan transaksi perdagangan. Komoditas yang diperdagangkan di Makkah, antara lain, gandum, zaitun, anggur yang didatangkan dari Syam, emas, perak, batu mulia, kuningan, gading, kayu gaharu, rempah-rempah, kain sutera, kain katun, perabotan perak, dan tembaga yang diimpor dari India dan Cina. Dengan kata lain transit perdagangan terjadi di sekitar Baitullah itu.
     Selain itu, kota Makkah juga dikenal sebagai negeri yang aman. Di sana tidak boleh terjadi pertumpahan darah (perang), mencabut rumput, mebunuh hewan, dan lain sebagainya.
     Makkah disebut juga Tanah Haram karena di dalamnya terdapat tapal batas yang melingkari Mekkah. Dengan pembatas ini, orang kafir tidak diperbolehkan memasuki kawasan Tanah Haram. Ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah At-Taubah ayat 28 yang turun pada tahun ke-6 Hijriyah, "Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini."
     Dalam kitab shahih Muslim pada bab Haji disebutkan bahwa Rasulullah bersabda pada saat penaklukkan Kota Makkah, "Sesungguhnya negeri ini telah Allah haramkan pada saat diciptakan langit dan bumi. Maka, dia haram dengan keharaman Allah hingga hari kiamat. Tidak boleh dicabut durinya, tidak boleh diusir binatang buruannya, tidak boleh diambil barang temuannya, kecuali dia bermaksud mengumumkannya dan tidak boleh dipotong rumputnya."
          Bahkan, ketika terjadi penyerbuan tentara Abrahah, Gubernur Yaman, Kota Makkah tak mengalami gangguan sedikitpun. Karena kota ini terdapat rumah Allah (Bayt Allah), maka Dia pulalah yang menjaganya. Wa Allahu A'lam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar